my Tag
Diriwayatkan ketika sang Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani bangkit dari majelisnya dan mendapati mereka yang tidak beriman dan tidak bertobat, beliau berkata :
"Hai Fulan, kami menyerumu dan engkau tidak menjawab, kami telah melarangmu namun engkau tidak peduli, kami telah mendorongmu dan engkau tidak bergeming, kami telah "tampar" engkau namun engkau tidak merasa malu, telah kami singkapkan kepadamu, engkau mengetahui kami memperhatikanmu, bulan berganti tahun kami biarkan engkau dan kefajiranmu yang makin bertambah. Wahai Fulan, jika engkau telah mengingkari janji dan sumpah dan kembali kepada kekafiran setelah engkau berjanji kepada kami tidak akan kembali dan setelah kami peringatkan engkau untuk berjalan lurus dan engkau mengetahui bahwa perlindungan kami terhadap dirimu tidak abadi, bagaimana dirimu jika kami menolak, mengusir, dan tidak menginginkan dirimu serta tidak lagi memperingatkanmu dan menerima pertobatanmu.
Bukankah engkau mengetahui bahwa engkau datang ke pintu kami dengan penuh rasa rendah diri dan berdiri di depan pintu kami dengan kepala tertunduk, mengapa engkau sekarang berpaling dari kami. Betapa ajaibnya orang yang menyatakan cinta kepada kami tapi tidak memberikan seluruhnya, betapa ajaibnya orang yang mendapatkan cinta kami atau minum dari keakraban kami namun keluar dari partai kami.
Hai Fulan, jika engkau orang yang benar maka engkau akan setuju dengan kami, jika engkau memang seorang sahabat maka engkau tidak akan berpaling, jika engkau termasuk mereka yang mencintai kami, engkau tidak akan melukai pintu kami dan merasa senang dengan penderitaan kami. Hai Fulan, andai saja engkau tidak diciptakan. Dan kalaupun engkau diciptakan, andai saja engkau mengetahui mengapa engkau diciptakan. Hai orang yang tertidur, bangunlah, buka matamu dan lihatlah ke depan, bala tentara azab telah mendatangimu dan kalau bukan hanya karena ke-Mahalembutan Allah niscaya azab tersebut benar-benar telah ditimpakan kepadamu. Wahai yang pergi, yang beralih dan yang tergelincir, perbaikilah jalanmu. Engkau berjalan seribu tahun untuk mendengarkan sebuah kalimat dariKu. Wahai saudaraku, jangan engkau tertipu dengan panjangnya umur, kekayaan dan jabatan karena di antara pergantian siang dan malam terdapat berbagai hal ajaib dan peristiwa aneh. Berapa banyak orang sepertimu yang dihancurkan dunia sebelum ini. Berhati-hatilah engkau karena ia(dunia) telah menghunus pedangnya untuk menghabisimu. Semua itu pengkhianat dan apabila ada kesempatan maka ia akan mempermalukanmu. Berapa banyak orang sepertimu yang dicengkeram dengan cakarnya yang bersinar, diluaskan dunia untuknya sehingga setiap perintahnya diikuti, sumpahnya didengar dan keinginan dan hawa nafsunya diikut. Baru setelah itu diberikan kepadanya sebuah cangkir berisi racun yang memabukkan, tidak ada yang dirasakannya kecuali kehancuran. Dia akan menangis darah karena simpanan amalnya musnah.
kukutip dari sebuah buku:
Mahkota Para Aulia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar