Ada yang menarik ketika kami berbincang-bincang saat itu, terutama pada saat mengenai kesehatan. Mungkin sedikit kontroversi bagi awam atau aku yang memang belum tahu yang sebenarnya :) ini mengenai minuman yang mungkin semua orang pada tahu yaitu "susu", entah itu susu kaleng atau susu murni aku juga kurang jelas namanya aja kita lagi ngobrol2 doank dan berbagi informasi :) Begini nih, singkat aja ye soalnya aku paling gak bisa klo lama2 dan dipanjang-panjangin critanya, waktunya yang gak sempat :(
Ada sebuah diskusi entah dimana tempatnya aku lupa pas doi cerita klo g salah di daerah Jawa Tengah sono di hotel mana getu klo g salah aku sendiri gak ngeh ama lokasinya , diskusi tersebut diikuti para ahli bedah di Indonesia (katanya) dan juga banyak dokter2 umum dan tentunya ada nara sumbernya. Tema nya kalo g salah inget mengenai penyakit-penyakit berbahaya tentang kanker, jantung, tumor dan lain-lain pokoknya yang serem-serem yang nyerang kebanyakan orang kelas atas klo orang kelas bawah mah langsung divonis kayak gitu langsung KO gak bingung2 mikirin hehehehe, dan nara sumber mulai mengatakan hal yang tidak umum (yang jelas aku gak tau prosesnya tapi yang kami bahas waktu itu yang menarik untuk disimak aja dan asing buat telinga awam dan materi keseluruhan temenku juga gak ngeh kadang2) beliau berkata pada awalnya bahwa dia bingung sebenarnya, merasa aneh dengan orang Indonesia, (terutama orang2 kaya yang punya penyakit serem-serem) kenapa? karena sewaktu misal mengidap penyakit jantung dan waktu dioperasi oleh ahli bedah jantung terkenal dan biayanya notabene selangit mereka kebanyakan bangga karena telah dioperasi oleh dokter ahli tersebut padahal sewaktu membedah suatu organ tubuh misalnya pasti nantinya berkaitan dan berefek kepada bagian2 organ tubuh yang lain dan sang pasien biasanya gak peduli untuk jangka panjangnya yang penting pada waktu itu dia sembuh (Itu tuh yang bikin q heran juga, jika harus bayar selangit dan ditangani oleh dokter terkemuka kebanggaannya bisa selangit juga padahal ush biayanya wow). Di Indonesia memang sudah umum klo masyarakat kita maunya yang instan-instan aja gak mau mencari yang lebih dalem lagi gak mau yang njelimet-njelimet, asal ada uang bayar asal ada uang beli!! hihihhihi, kita terusin lagi, beliau juga bilang (katanya temenku loh ini) bahwa sebenarnya penyebab dari penyakit yang berbahaya yang diderita orang pada saat ini tidak jauh dari makanan dan minuman yang kita konsumsi dan terutama SUSU!! Wuih jangankan bayangin reaksi undangan yang hadir pada saat itu kita2 aja yang dengerin ceritanya juga kaget kok, ya dengan spontan kita tanya la kok bisa seperti itu?? tentunya ada penjelasannya, begini katanya, susu memang baik hanya saja tergantung oleh penggunaan, maksudnya susu baik untuk dikonsumsi oleh anak usia 5-10 tahun karena pada masa itu adalah masa yang baik untuk pertumbuhan dan zat2 yg berada pada susu berfungsi untuk membantu pertumbuhan sel2 pada tubuh manusia, dan untuk pada usia lanjut konsumsi susu seharusnya dikurangi karena fungsi nya sudah tidak dibutuhkan oleh sel2 pada manusia karena perkembangan sel pada saat itu sudah berhenti dan beralih fungsi sehingga jikalau mengkonsumsi susu tidak pada usia seharusnya membuat pertumbuhan sel menjadi hiperaktif dan berakibat yang tidak baik bagi tubuh misalnya kanker, ataupun tumor ataupun penyakit lainnya yang pada asal mulanya sebenarnya berasal dari pertumbuhan sel pada tubuh yang tidak terkontrol atau bisa disebut sel yang hiperaktif. Bukannya kita tidak boleh mengkonsumsi susu hanya saja intensitasnya perlu dikurangi dan alangkah baiknya jika kita tahu apa yang seharusnya kita makan atau minum di usia yang tentunya kita miliki untuk mencegah hal yang tidak kita inginkan. Sekilas cerita dari temanku memang sedikit membuat kami memiliki paradigma dan wawasan yang baru tentang hal yang ada dan tentunya kita g langsung percaya hal itu begitu saja tentunya kami mencari lebih tahu lagi dan dengan adanya pembicaraan yang seperti itu membuat wawasan kami jadi bertambah meskipun kami masih menganggap kontroversi namun bagiku memang sudah masuk akal hal seperti itu karena jikalau dilihat dari lingkungan sekitar terutama di Indonesia sepertinya kami semua adalah korban televisi dan iklan yang notabene lebih banyak bertujuan untuk mencari untung daripada memberikan pendidikan bagi masyarakat banyak apa yang seharusnya kami lakukan dan apa yang seharusnya tidak kami lakukan serta apa yang seharusnya kami minum atau makan dan apa yang seharusnya makanan atau minuman yang kami hindari. Dan hasilnya tahu sendiri sebagian besar kehidupan di Indonesia dipengaruhi oleh opini publik dan masyarakat pada umumnya tidak punya pendapat sendiri dan bagiku itu adalah kesalahan karena kita hidup di negara demokrasi namun gaya hidup yang kita miliki adalah gaya hidup kaum kapitalisme!!!! just INTERMEZZOOO hehehehehehehe
Aulia Dot Com
Senin, 10 Desember 2012
Kamis, 26 April 2012
Mulai Gila
Kata orang 'jaman e jaman edan klo gak edan ra keduman', emang jaman sekarang udah mulai edan kalee terutama klo liat perilaku pejabat negara yang semakin bikin gregetan, entah itu dari perilaku entah itu dari kebijakan ato entah itu dari kabar burung yang beredar. Yang jelas yang kuliat sekarang para pejabat pemerintah mayoritas tidak menghendaki adanya sebuah kemajuan bangsanya sendiri terutama untuk kalangan sipil melainkan memajukan bangsa lain dengan mengorbankan kepentingan masyarakat yang berada di garis kemiskinan. Aku hanya tidak habis pikir kenapa mereka hanya berpikir bagaimana cara memanipulasi rakyat agar rakyat tetap miskin sedangkan para petinggi pemerintah menjadi dewa dan hidup mewah!! Aku bukannya melarang atau mengharamkan kehidupan mewah hanya saja klo melihat pejabat publik yang hidupnya bak seorang raja ihhhh muncul pertanyaan 'dimana rasa manusia tuh orang mbok dipikir bahwa sebagai pejabat publik tanggung jawab kalian itu sebenarnya gede banget tapi kok gak merasa!! Padahal gaji yang diperoleh ataupun kekuasaan yang diperoleh sebenarnya berasal dari amanah rakyat dan jika tak bisa menanggungnya wah aku yakin hati nurani itu sudah hilang pada para pejabat publik karna amanah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu sama saja menghina diri sendiri dan merendahkan dirinya sendiri!!
Aku prihatin ma bangsaku kini, kebanggaan akan negri sendiri sudah hilang pada sebagian besar masyarakat kita, kebudayaan yang kaya dan penuh pendidikan seakan hanya hiasan dinding di rumah yang kumuh, sejarah yang diperjuangkan dengan darah dan air mata seakan-akan hanya dianggap masa lalu dan tidak penting di masa kini! bukan jamannya!! sumber daya alam yang melimpah hanya dipandang sebagai nilai kekayaan yang harus dikeruk sebanyak2nya untuk kesejahteraan diri sendiri!!! Aku hanya sedikit heran 'mau sampai kapan bangsa ini seperti ini? bangsa yang sudah kehilangan nilai sebagai bangsa! Yang telah dengan mudahnya dicemari oleh para pejabat publik yang mengatasnamakan "-" Memang sudah gila semua barangkali, sudah tidak peduli dengan sesama yang menderita, semua hanya berpangkal pada kekayaan dan kekuasaan serta gaya hidup yang tidak bermartabat. Dan untuk memutus rantai seperti inipun juga sepertinya tidak mudah, rangkaiannya terlalu kompleks!!
Sejenak aku merasa, bagaimana bisa mau diperbaiki la anaknya waktu di kandungan di kasih makan dengan hasil 'curian, merusak alam dan memeras darah orang' mana bisa sembuh jiwanya, masih di dalam kandungan sudah tercemari mau berhenti darimana hayo klo gitu?? la wong sudah bakat gak punya nurani dan gak peduli mau disuruh merubah bangsa ya bangsanya yang berubah tambah hancur gak karu-karuan la wong dari sononya sudah bobrok akut!! Mana bisa bikin perbaikan dan memakmurkan orang lain gak mungkin mau!!! Hidup memang kejam dan penuh sandiwara memang, memang gila sudah jamannya!!
Hanya orang yang benar2 takut kepada Tuhan yang bisa merubah ini semua, selain itu tidak akan bisa!!!
Aku prihatin ma bangsaku kini, kebanggaan akan negri sendiri sudah hilang pada sebagian besar masyarakat kita, kebudayaan yang kaya dan penuh pendidikan seakan hanya hiasan dinding di rumah yang kumuh, sejarah yang diperjuangkan dengan darah dan air mata seakan-akan hanya dianggap masa lalu dan tidak penting di masa kini! bukan jamannya!! sumber daya alam yang melimpah hanya dipandang sebagai nilai kekayaan yang harus dikeruk sebanyak2nya untuk kesejahteraan diri sendiri!!! Aku hanya sedikit heran 'mau sampai kapan bangsa ini seperti ini? bangsa yang sudah kehilangan nilai sebagai bangsa! Yang telah dengan mudahnya dicemari oleh para pejabat publik yang mengatasnamakan "-" Memang sudah gila semua barangkali, sudah tidak peduli dengan sesama yang menderita, semua hanya berpangkal pada kekayaan dan kekuasaan serta gaya hidup yang tidak bermartabat. Dan untuk memutus rantai seperti inipun juga sepertinya tidak mudah, rangkaiannya terlalu kompleks!!
Sejenak aku merasa, bagaimana bisa mau diperbaiki la anaknya waktu di kandungan di kasih makan dengan hasil 'curian, merusak alam dan memeras darah orang' mana bisa sembuh jiwanya, masih di dalam kandungan sudah tercemari mau berhenti darimana hayo klo gitu?? la wong sudah bakat gak punya nurani dan gak peduli mau disuruh merubah bangsa ya bangsanya yang berubah tambah hancur gak karu-karuan la wong dari sononya sudah bobrok akut!! Mana bisa bikin perbaikan dan memakmurkan orang lain gak mungkin mau!!! Hidup memang kejam dan penuh sandiwara memang, memang gila sudah jamannya!!
Hanya orang yang benar2 takut kepada Tuhan yang bisa merubah ini semua, selain itu tidak akan bisa!!!
Jumat, 17 Februari 2012
'BERJUANG ATAU MATI'
Sering kali kata-kata itu terdengar terutama dalam kondisi sebuah peperangan atau aksi kepahlawanan, namun dalam kehidupan nyata ternyata kata itu tidak semudah yang dibayangkan. Kehidupan ini memang sulit dan terkadang jika tak disadari tak seindah yang dibayangkan, bahkan hingga sulitnya makin banyak orang yang mulai hilang akalnya dan menuju jalan kematian atau bunuh diri. Aku tidak menyalahkan namun itulah kehidupan nyata dimana banyak fenomena yang membuat sebuah tanda tanya mengenai sebuah kehidupan. Terlalu sulit bahkan hingga tak tahu harus berbuat adalah sebuah gejala yang menghinggap kepada manusia yang sudah menyerah dan mulai putus asa akan menjalani kehidupan, merasa bahwa tidak layak untuk menjalani kehidupan yang diberikan dan tidak sanggup akan tekanan kehidupan yang mendera yang pada akhirnya menuju satu jalan yang semu dan pahit yaitu kematian!
Aku tidak menyarankan atau menyetujui bahwa 'tiap manusia silahkan bunuh diri jika tak punya jalan keluar' hanya saja tolong gunakan pikiran anda gunakan imajinasi anda gunakan akal sehat anda jika masih sempat dan tanyakan pada diri anda sendiri 'apakah ini jalan yang terbaik? Apa tidak ada jalan keluar yang lain?' jika anda menjawab tidak ada ya baguslah silahkan anda mencari cara yang paling nikmat untuk bunuh diri! (Loh kok jadi nyaranin bunuh diri!) Hehehehehe ya mau dibilang apa lagi klo orang sudah putus asa dan tidak mau berpikir ya sudah hanya dia sendiri yang mampu biarkan dia meninggalkan kehidupan yang 'jika benar2 disadari' indah ini baik itu kita dalam keadaan yang jika dilihat memprihatinkan, miskin, tak punya apa2 tak bisa apa2 namun jika dicermati dan disyukuri itulah kebahagiaan yang kita miliki, sebenarnya kita merasa kurang karena kita terlalu banyak mengamati dan memperhatikan perilaku dan gaya hidup orang lain lebih dari kita memperhatikan dan peduli pada diri sendiri, maupun kondisi kita yang tergolong kaya harta, memiliki banyak kemampuan dan dalam kondisi sukses. Bukan berarti manusia dalam kondisi tersebut terhindar dari rasa putus asa ataupun keinginan untuk bunuh diri hanya saja kebanyakan dari kita mengharapkan kehidupan yang seperti itu bahkan bukan rahasia lagi klo tiap manusia mencari sebuah kesuksesan dan kekayaan bagaimanapun caranya dan bisa juga disebut itu adalah tujuan manusia dalam hidup di dunia dan tidak sedikit orang yang punya banyak harta dan kedudukan juga mengalami rasa putus asa yang kemudian mengakhiri hidupnya hanya saja tidak kentara oleh mata hehehehe. Semua itu tergantung dilihat dari sudut pandang yang mana dari segi mana yang kita lihat, jika objektif maka ya ............ada baiknya kita mengingat 'untuk siapa sih kita hidup? untuk apa sih kita hidup? bermanfaat gak sih hidup kita? dan lain2 dah :)
Ada yang pernah bilang "untuk mengakhiri kehidupan ada banyak cara dan beragam dan akan lebih menyusahkan atas orang2 yang ada di sekitar kita serta sangat mudah dilakukan namun lebih sulit adalah melanjutkan sebuah kehidupan!" ush kata-kata itu yang sering terngiang dalam telingaku, sedikit tapi dalem! Klo dipikir2 bener juga tuh kehidupan emang lebih sulit dan penuh dengan tanda tanya dan seru, terlalu sayang untuk ditinggalkan, meskipun itu susah, sedih apalagi senang, sukses dan membahagiakan, seru bukan! so ..... "berjuang atau mati" mana yang anda pilih :) semua ini hanya ada di pemikiranku, keputusan ada di tanganmu dan hatimu.
Aku tidak menyarankan atau menyetujui bahwa 'tiap manusia silahkan bunuh diri jika tak punya jalan keluar' hanya saja tolong gunakan pikiran anda gunakan imajinasi anda gunakan akal sehat anda jika masih sempat dan tanyakan pada diri anda sendiri 'apakah ini jalan yang terbaik? Apa tidak ada jalan keluar yang lain?' jika anda menjawab tidak ada ya baguslah silahkan anda mencari cara yang paling nikmat untuk bunuh diri! (Loh kok jadi nyaranin bunuh diri!) Hehehehehe ya mau dibilang apa lagi klo orang sudah putus asa dan tidak mau berpikir ya sudah hanya dia sendiri yang mampu biarkan dia meninggalkan kehidupan yang 'jika benar2 disadari' indah ini baik itu kita dalam keadaan yang jika dilihat memprihatinkan, miskin, tak punya apa2 tak bisa apa2 namun jika dicermati dan disyukuri itulah kebahagiaan yang kita miliki, sebenarnya kita merasa kurang karena kita terlalu banyak mengamati dan memperhatikan perilaku dan gaya hidup orang lain lebih dari kita memperhatikan dan peduli pada diri sendiri, maupun kondisi kita yang tergolong kaya harta, memiliki banyak kemampuan dan dalam kondisi sukses. Bukan berarti manusia dalam kondisi tersebut terhindar dari rasa putus asa ataupun keinginan untuk bunuh diri hanya saja kebanyakan dari kita mengharapkan kehidupan yang seperti itu bahkan bukan rahasia lagi klo tiap manusia mencari sebuah kesuksesan dan kekayaan bagaimanapun caranya dan bisa juga disebut itu adalah tujuan manusia dalam hidup di dunia dan tidak sedikit orang yang punya banyak harta dan kedudukan juga mengalami rasa putus asa yang kemudian mengakhiri hidupnya hanya saja tidak kentara oleh mata hehehehe. Semua itu tergantung dilihat dari sudut pandang yang mana dari segi mana yang kita lihat, jika objektif maka ya ............ada baiknya kita mengingat 'untuk siapa sih kita hidup? untuk apa sih kita hidup? bermanfaat gak sih hidup kita? dan lain2 dah :)
Ada yang pernah bilang "untuk mengakhiri kehidupan ada banyak cara dan beragam dan akan lebih menyusahkan atas orang2 yang ada di sekitar kita serta sangat mudah dilakukan namun lebih sulit adalah melanjutkan sebuah kehidupan!" ush kata-kata itu yang sering terngiang dalam telingaku, sedikit tapi dalem! Klo dipikir2 bener juga tuh kehidupan emang lebih sulit dan penuh dengan tanda tanya dan seru, terlalu sayang untuk ditinggalkan, meskipun itu susah, sedih apalagi senang, sukses dan membahagiakan, seru bukan! so ..... "berjuang atau mati" mana yang anda pilih :) semua ini hanya ada di pemikiranku, keputusan ada di tanganmu dan hatimu.
Rabu, 23 November 2011
Sebuah Pemikiran Akan "Kebebasan" bagi koe
Pada dasarnya aku masih bingung pada diri sendiri karena sebuah pertanyaan yang hingga kini masih menghantui serta membayang-banyangi diriku, "apa itu kehidupan?".
Dulu aku berpikir, sebuah kehidupan adalah dimana segala hal dan keinginan terpenuhi maka akan tercapai sebuah kepuasan dan itu yang namanya kehidupan. Memang semua keinginanku masih belum terpenuhi hanya separuhnya mungkin, hanya saja dalam separuh perjalanan aku terpikir ketika satu keinginan terpenuhi saat itu juga maka q merasa ingin mengejar keinginan yang dan terkadang terselip pernyataan dalam hatiku 'oh ternyata hanya begini ini rasanya', dan saat itu juga terbesit 'seandainya semua keinginan yang kita inginkan telah terpenuhi maka apa yang akan dilakukan?' entahlah aku hanya berpikir pasti tidak akan menyenangkan jika semua keinginan telah terpenuhi dan hidup akan terasa garing dan membosankan karena aku berkeyakinan bahwa Tuhan pasti akan mewujudkan semua keinginan manusia jika menghendaki.
Di sekitar lingkungan yang aku alami secara tidak sadar aku mengamati dan melihat serta ya tentu saja sembari mencari jati diri yang belum ketemu sepenuhnya lagi-lagi terbesit dalam benakku, apa mereka hanya berpikir tentang materi saja? karna setiap hari yang aku dengar dan aku tangkap dari pembicaraan di lingkungan sekitarku hanya itu2 saja meski terkadang aku juga sering terjerumus dalam permasalahan yang njelimet dan mengandung emosi hehehehe(sotoy juga gua padahal hidup gua masih kere hihihihi), terkadang aku heran pada semua orang dan diri sendiri kok mau hidup seperti robot tiap hari harus melakukan aktifitas yang sama melulu dan ya seperti itu2 aja, bangun pagi, kerja, istirahat, kerja, ngumpul, pulang, bobok, dan kurang lebih begitulah. Itupun terjadi tiap hari dan aku bertanya, kenapa harus seperti itu? padahal kita diciptakan dengan kebebasan untuk berbuat, apakah itu sebuah paksaan atau pilihan? Di dalam pekerjaan terkadang berbagai penyakit hati terkadang muncul dan secara tidak sadar membuat aku seolah Tuhan tidak ada dan bukannya takut akan Tuhan namun takut akan manusia dan pekerjaan yang belum selesai. Padahal sejatinya kita manusia diciptakan sama dan tidak seharusnya takut kecuali akan kekuatan Tuhan Yang Maha Esa, namun di dalam kehidupan sehari-hari hal seperti itu ku akui sulit untuk dilakukan. Aku hanya berpikir jika seandainya aku bisa melewati perasaan itu dimana suatu keyakinan yang kuat bahwa Tuhan adalah segalanya dan hanya takut akan Dia mungkin pikiranku akan terbebas dan lebih mengenali diriku sendiri, siapa diriku, dan hidup mungkin kurasakan akan lain dan lebih menyenangkan meski saat ini memang kurasakan bahwa sebuah kehidupan adalah anugerah yang diberikan oleh-Nya apapun kondisinya :)
by: danakingtheday
Selasa, 05 Juli 2011
Rabu, 29 Juni 2011
my Tag
Diriwayatkan ketika sang Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani bangkit dari majelisnya dan mendapati mereka yang tidak beriman dan tidak bertobat, beliau berkata :
"Hai Fulan, kami menyerumu dan engkau tidak menjawab, kami telah melarangmu namun engkau tidak peduli, kami telah mendorongmu dan engkau tidak bergeming, kami telah "tampar" engkau namun engkau tidak merasa malu, telah kami singkapkan kepadamu, engkau mengetahui kami memperhatikanmu, bulan berganti tahun kami biarkan engkau dan kefajiranmu yang makin bertambah. Wahai Fulan, jika engkau telah mengingkari janji dan sumpah dan kembali kepada kekafiran setelah engkau berjanji kepada kami tidak akan kembali dan setelah kami peringatkan engkau untuk berjalan lurus dan engkau mengetahui bahwa perlindungan kami terhadap dirimu tidak abadi, bagaimana dirimu jika kami menolak, mengusir, dan tidak menginginkan dirimu serta tidak lagi memperingatkanmu dan menerima pertobatanmu.
Bukankah engkau mengetahui bahwa engkau datang ke pintu kami dengan penuh rasa rendah diri dan berdiri di depan pintu kami dengan kepala tertunduk, mengapa engkau sekarang berpaling dari kami. Betapa ajaibnya orang yang menyatakan cinta kepada kami tapi tidak memberikan seluruhnya, betapa ajaibnya orang yang mendapatkan cinta kami atau minum dari keakraban kami namun keluar dari partai kami.
Hai Fulan, jika engkau orang yang benar maka engkau akan setuju dengan kami, jika engkau memang seorang sahabat maka engkau tidak akan berpaling, jika engkau termasuk mereka yang mencintai kami, engkau tidak akan melukai pintu kami dan merasa senang dengan penderitaan kami. Hai Fulan, andai saja engkau tidak diciptakan. Dan kalaupun engkau diciptakan, andai saja engkau mengetahui mengapa engkau diciptakan. Hai orang yang tertidur, bangunlah, buka matamu dan lihatlah ke depan, bala tentara azab telah mendatangimu dan kalau bukan hanya karena ke-Mahalembutan Allah niscaya azab tersebut benar-benar telah ditimpakan kepadamu. Wahai yang pergi, yang beralih dan yang tergelincir, perbaikilah jalanmu. Engkau berjalan seribu tahun untuk mendengarkan sebuah kalimat dariKu. Wahai saudaraku, jangan engkau tertipu dengan panjangnya umur, kekayaan dan jabatan karena di antara pergantian siang dan malam terdapat berbagai hal ajaib dan peristiwa aneh. Berapa banyak orang sepertimu yang dihancurkan dunia sebelum ini. Berhati-hatilah engkau karena ia(dunia) telah menghunus pedangnya untuk menghabisimu. Semua itu pengkhianat dan apabila ada kesempatan maka ia akan mempermalukanmu. Berapa banyak orang sepertimu yang dicengkeram dengan cakarnya yang bersinar, diluaskan dunia untuknya sehingga setiap perintahnya diikuti, sumpahnya didengar dan keinginan dan hawa nafsunya diikut. Baru setelah itu diberikan kepadanya sebuah cangkir berisi racun yang memabukkan, tidak ada yang dirasakannya kecuali kehancuran. Dia akan menangis darah karena simpanan amalnya musnah.
kukutip dari sebuah buku:
Mahkota Para Aulia
Langganan:
Postingan (Atom)
